INTAIKASUS.COM - Untuk menghindari amatan warga, tumpukan batu bara yang ditimbun di PT Canang Indah, ditutupi dengan terpal. Bahkan, pengangkutan batu bara yang biasanya dilaksanakan pada siang dan sore hari, kini dilaksanakan pada malam hari, Jumat 2/6/2017.
" Kami warga disini memantau kapan truk yang mengangkut batu bara masuk. Mulai dari pagi hingga malam, kami bergantian memantaunya. Tapi truk-truk yang biasanya beroperasi dari siang hingga sore hari, tidak ada yang jalan," ucap Ahmad, warga sekitar lokasi.
Namun, menjelang tengah malam, disaat warga lengah, truk-truk milik perusahaan kembali beroperasi. Jumlah truk yang biasanya beroperasi kini jumlahnya telah berkurang. Sebelumnya, truk yang beroperasi 5 hingga 10, tapi setelah warga menuntut agar aktifitas tersebut dihentikan, truk yang beroperasi hanya 3 hingga 5 truk perhari.
" Biasanya truk yang beroperasi dari siang hingga malam mencapai belasan truk, kini jumlahnya turun drastis. Tapi kan gak mungkin kami menjagai disini terus. Kami pulang, mereka memasukkan batubara," sebut warga lainnya.
Hal senada, Anwar seorang warga juga menuturkan, selain abu batu bara yang beterbangan, limbah padat berwarna hitam juga terlihat dari aliran sungai deli yang berada persis disebelah pabrik.
" Dikawasan ini bang, setiap hari dua kali mengalami pasang sedangkan pasang besar terjadi persepuluh hari. Pasang besar ini kadang genangan air mencapai badan jalan. Bila pasang telah usai, masih tersisa lumpur hitam yang diduga berasal dari limbah batu bara," terang Anwar.
Lemahnya pemerintah menjadi tanda tanya warga. Mengapa dampak limbah yang begitu berbahaya menghancurkan pendapatan dan kehidupan warga, pemerintah tidak meresponnya.
" Kami bingung bang, mau ngadu sama siapa lagi. Pemerintah aja gak mereka gubris, apalagi kami. Keadaan ini udah sedemikian gawatnya bang, mata pencaharian warga terancam. Nanti warga bertindak, warga pula yang disalahkan," keluhnya. (Net)